Rabu, 25 Mei 2011

PUISI ISLAM

Islam agamaku, nomor satu di dunia
Islam benderaku, berkibar dimana-mana
Islam tempat ibadahku, mewah bagai istana
Islam tempat sekolahku, tak kalah dengan lainnya

Islam sorbanku
Islam sajadahku
Islam kitabku
Islam podiumku, kelas eksklusif yang mengubah cara dunia
memandangku
Tempat aku menusuk kanan-kiri
Islam media-massaku, gaya komunikasi islami masa kini
Tempat aku menikam sana-sini
Islam organisasiku
Islam perusahaanku
Islam yayasanku
Islam instansiku, menara dengan seribu pengeras suara
Islam muktamarku, forum hiruk-pikuk tiada tara
Islam bursaku
Islam warungku, hanya menjual makanan sorgawi
Islam supermarketku, melayani segala keperluan manusiawi
Islam makananku
Islam teaterku, menampilkan karakter-karakter suci
Islam festivalku, memeriahkan hari-hari mati
Islam kausku
Islam pentasku
Islam seminarku, membahas semua
Islam upacaraku, menyambut segala
Islam puisiku, menyanyikan apa
Tuhan, Islamkah aku?

TITIK - TITIK HUJAN

Titik-titik hujan terus
Mengetuk-ngetuk malam dinginku

Mengabarkan kesedihan langit
Sesekali kulihat-lihat
Matanya yang geram tajam
Menyeruak pekat

Seperti mencariku henda menerkam
Hatiku yang kecil kecut

Kupeluk diriku kencang-kencang
Dalam gigil yang semakin dahsyat

Tuhan, selimutilah aku
Dengan rahmat-Mu

Selasa, 24 Mei 2011

Aku merindukanmu, O Muhammadku

Aku merindukanmu, O, Muhammadku

Sepanjang jalan kulihat wajah-wajah yang kalah

Menatap mataku yang tak berdaya

Sementara tangan – tangan perkasa

Terus mempermainkan kelemahan


Air mataku pun mengalir mengikuti panjang jalan

Mencari-cari tangan

Lembut wibawamu


Dari dada – dada tipis papan

Terus kudengar suara serutan

Derita mengiris berkepanjangan

Dan kepongahan tingkah meningkah

Telingaku pun kutelengkan

Berharap sesekali mendengar

Merdu menghibur suaramu


Aku merindukanmu, O, Muhammadku


Ribuan tangan gurita keserakahan

Menjulur-julur ke sana kemari

Mencari mangsa memakan korban

Melilit bumi meretas harapan

Aku pun dengan sisa – sisa suaraku

Mencoba memanggil-manggilmu


O, Muhammadku, O, Muhammadku

Dimana-mana sesame saudara

Saling cakar berebut benar

Sambil terus berbuat kesalahan

Qur’an dan sabdamu hanyalah kendaraan

Masing-masing mereka yang berkepentingan

Aku pun meninggalkan mereka

Mencoba menarimu dalam sepi rinduku


Aku merindukanmu, O. Muhammadku


Sekian banyak Abu Jahal, Abu Lahab

Menitis ke sekian banyak umatmu


O, Muhammadku-sholawat dan salam bagimu


Bagaimana melawan gelombang kebodohan

Dan kecongkakan yang telah tergayakan

Bagaimana memerangi umat sendiri??

O, Muhammadku


Aku merindukanmu, O Muhammadku

Aku sungguh merindukanmu.

MUNAJAT KAUM BINATANG

Di suatu malam yang senyap
Ketika malaikat rahmat turun
Menawarkan ampunan
Dan sekalian manusia terlelap
Para binatang dari berbagai etnis dan golongan
Yang masih tersisa di muka bumi—
Dari golongan binatang buas,
Binatang air, unggas
Ternak, serangga,
Dan segenap binatang melata—
Diam-diam berkumpul
Di padang gersang terbuka
Yang dahulu merupakan rimba belantara
Tempat tinggal mereka
Untuk membicarakan nasib mereka
Kaitannya dengan kelakuan
Dan perlakuan manusia
Yang kezalimannya semakin merajalela

Dalam pertemuan akbar
Masyarakat binatang itu
Semua kelompok menyampaikan keluhan
Yang sama
Domba, kambing, buaya, ular, tikus, anjing
Dan kecoak, misalnya
menyatakan bahwa selain dizalimi,
Selama ini nama mereka
Telah digunakan dan dinodai oleh manusia
Dengan semena-mena.

Setelah semua menyampaikan keluhannya
Tentang nasib mereka yang kian sengsara
Akibat ulah manusia
Dan mengakui ketidakberdayaan mereka
Kepada Tuhan yang maha kuasa

Demikianlah;
Unta yang mereka tunjuk memimpin doa
Dengan khusyuk
Mulai memanjatkan munajatnya
Dan sekalian binatang mengamininya

“Ya Allah, ya Tuhan kami;
Ampunilah kami.
Malam ini kami yang masih tersisa
Dari makhluk binatang
Berkumpul menyampaikan keluhan kami
Kepada-Mu—kepada siapa lagi kami mengeluh
Kalau bukan kepada-Mu—
Doa ampunilah kami bila kami tergesa-gesa
Menyampaikan munajat kami ini.
Sebelum kaum manusia yang Engkau angkat
Menjadi khalifah-Mu
Memergoki dan menghabisi kami,
Perkenankanlah
Kami menyampaikan jeritan kami
Istighatsah kami.

Ya Allah, ya Tuhan yang Maha Mungetahui
Karena Engkau, selama ini kami siap mengabdi
Dan rela berkurban untuk manusia
Tapi, manusia atas nama khalifah dengan
Sewenang-wenang
Menzalimi kami
Mereka menjarah tempat tinggal kami
Atau memporak-porandakannya
Mereka rampok makanan kami
Atau menghancurkannya
Mereka rebut peran kami
Atau menghentikannya
Mereka saingi naluri kami
Atau mengalahkannya
Mereka santap keturunan kami
Atau memusnahkannya.

Mereka rampas kehidupan kami
Sebelum sempat kami nikmati

Engkau beri mereka kekuasaan atas dunia
Namun mereka membiarkan di mereka
Dikuasai dunia
Maka semakin hari
Kezaliman dan keisengan mereka
Semakin menjadi-jadi.

Puji syukur bagimu, ya Allah
Engkau telah menghajar mereka
Melalui tangan-tangan mereka sendiri
Mereka kini panik dan di antara mereka
Bahkan menjadi kalap
Dengan bangga mereka saling terkam dan
Saling basmi
Mencabik-cabik kemanusiaan mereka sendiri
Dan kami pun semakin tidak bisa
Mengenali mereka
Karena mereka sudah sama dengan kami
Bahkan dalam banyak hal
Mereka melebihi kami sendiri.

Ya Allah, ya Tuhan yang Mahaadil
Kami akui kadang-kadang kami saling terkam
Dan memangsa
Namun Engkau tahu karena kami terpaksa
Bukan karena kerakusan dan kebencian
Di antara kami memang ada yang kejam
Tapi kami tidak membakar, menyiksa,
Dan sengaja memusnahkan
Karena kami tahu itu hak-Mu semata.
Mereka bahkan dengan berani
Membawa-bawa nama-Mu
Untuk menghancurkan nilai-nilai ajaran-Mu
Yang mulia
Atas nama-Mu mereka
Meretas tali persaudaraan
Yang Engkau suruh jalin
Atas nama-Mu
Mereka mengorbankan kebencian
Yang Engkau benci.

…
Ya Tuhan,
Sadarkanlah mereka
Akan hakikat kehambaan
Dan kekhalifahan mereka
Agar mereka tidak terus asyik
Hanya dengan diri mereka sendiri
Agar nurani mereka tak terkalahkan
Oleh hawa nafsu
Dan setan
Agar kasih sayang mereka tak terkalahkan
Oleh dendam
Dan kebencian
Agar mereka tidak menjadi laknat
Dan benar-benar menjadi rahmat
Bagi alam semesta.

Ataukah Engkau, ya Tuhan
Memang hendak mengganti mereka
Dengan generasi yang lebih beradab?
Amin...

Senin, 23 Mei 2011

TADARUS

Bismillahirrahmanirrahiim

Berhenti mengalir darahku

Menyimak firmanMU

Idza zul zilatil ardhizil zalaha

Waakhrajatil ardhu atsqalaha

Waqalal insanumalaha


Ketika bumi diguncang dengan dahsyatnya

Dan bumi memuntahkan isi perutnya

Dan manusia bertanya-tanya

Bumi ini kenapa..??


Yaumaidzin tuhadisu ahbaraha

Biannarabbaka auhalaha

Yaumaidin yasdurunna suastatalliyurou ‘amalahum


Ketika itu bumi mengisahkan kisah-kisahnya

Karena tuhanmu mengilhamimu

Ketika itu manusia tumpah terpisah-pisah

Untuk diperlihatkan perbuatan-perbuatan mereka


Faman ya’mal mitsqaladzaratin khoiro yaroh

Waman ya’mal mitsqaladzaratin sarrayyaroh


Maka siapa yang berbuat se zahrah kebaikanpun akan melihatmu

Dan siapa yang berbuat se zahrah kejahatanpun akan melihatmu

Ya Tuhan, akukah insan yang bertanya-tanya

Ataukah aku mu’min yang sudah tau jawabmu

Kulihat tetes diriku dalam muntahan isi bumi


Aduhai..akan kemanakah kiranya berguru

Diantara tumpukan maksiat yang kutimbun saat demi saat

Akankah kulihat se zahrah saja kebaikan yang pernah kubuat

Nafasku memburu diburu firmanMU

Dengan asma Allah yang pengasih, penyayang


Wal’adiyati thabha

Wal muuriya ti qadha

Fal mughiiraati subha

Faatsatnabihi naq’a

Fawatsatnabihi jam’a


Demi yang sama berpacu berdengkusan

yang sama mencetuskan api berdengaran

yang pagi – pagi melancarkan serbuan

menerbangkan debu berhamburan

dan menembusnya ditengah-tengah pasukan lawan


innal insaanalirabbihi lakanut

wainnahu dzalika lasyahid

wainnahu lihubbil khoiri lasyadiid


sungguh manusia itu kepada Tuhannya sangat tidak tau berterima kasih

sungguh manusia itu sendiri tentang itu menjadi saksi

dan sungguh manusia itu sayangnya kepada harta LUAR BIASA…!


Afala ya’lamu idza bu’tsirama fil qubuurr

Wahutsilama fissudur

Inna rabbahum bihim yaumaidzillaghobir.


Tidakkah manusia itu tau

Saat isi kubur dihamburkan

Saat isi dada ditumpahkan


Sungguh Tuhan mereka terhadap mereka

Saat itu tau belaka


Ya Tuhan,

Kemana gerangan butir debu ini kan menghambur

Adakah secercah syukur menempel isi dada dimuntahkan

Ketika semua kesayangan dan andalan entah kemana


Meremang bulu romaku

Diguncang firmanMU


Bismillahirrahmanirrahiim

Alqaari’atu mal qaari’ah.

Wama adzraakamal qaari’ah


Penggetar hati,

Apakah penggetar hati itu

Tau kau apa itu penggetar hati

Resah sukmaku dirasuk firmanMU


Yauma yakununnasukal faraasil mabsus

Watakunul jibalukal ‘ihnil manfus..


Itulah hari manusia bagaikan belalang bertebaran

Dan gunung-gunung bagaikan bulu-bulu berdihambur terbangkan

Menggigil ruas-ruas tulangku dalam firmanMU


wa ammaaman tsaqulat mawazinuhu

fahuwa fi’isyatirradiyah

fa ammaaman khoffat mawazinuhu

faummuhu hawiyah

wama adzrakamahiyah

naarun hamiyah


dan barang siapa berbobot timbangan amalnya

dia akan berada dalam kehidupan memuaskan

dan barang siapa enteng timbangan amalnya

tempat tinggalnya di hawiyah

tau kau apa itu..

Api yang sangat panas membakar…!


Ya Tuhan,,

Kemana gerangan belalang malang ini kan terlempar

Gunung amal yang dibanggakan jadikah selembar bulu saja

Memberati timbangan

Ataukah gunung-gunung dosa akan melumatnya bagi persembahan lidah hawiyah.

Ataukah…

Oh…kalau saja rahmatMU

Akan menerbangkannya kelautan ampunan.


Shadaqallahul adzim.

ALLAH AKBAR

Allahu Akbar ! Pekik kalian menghalilintar Membuat makhluk makhluk kecil tergetar Allahu Akbar !

Allahu Maha Besar ! Urat urat leher kalian membesar Meneriakkan Allahu Akbar, Dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian terbakar Apa saja yang kalian anggap mungkar

Allahu Akbar, Allah Maha Besar ! Seandainya 5 milyar manusia Penghuni bumi sebesar debu ini Sesat semua atau saleh semua, Tak sedikit pun mempengaruhi kebesaranNya

Melihat keganasan kalian aku yakin Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman Yang kasih sayangNya meliputi segalanya

Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakan-Nya, Ketika dengan pongah kau melibas mereka, Yang sedang mencari jalan menujuNya?

Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka Tidak kalian biarkan Tuhan mereka yang menyiksa mereka, Kapan kalian mendapat mandat Wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?

Allahu Akbar! Syirik adalah dosa paling besar, Dan syirik yang paling akbar Adalah mensekutukan diri sendiri Dengan memutlakkan kebenaran sendir

Laa ilaaha illallah!

NEGERIKU

mana ada negeri sesubur negeriku?
sawahnya tak hanya menumbuhkan padi, tebu, dan jagung
tapi juga pabrik, tempat rekreasi, dan gedung
perabot-perabot orang kaya didunia

dan burung-burung indah piaraan mereka

berasal dari hutanku
ikan-ikan pilihan yang mereka santap
bermula dari lautku
emas dan perak perhiasan mereka
digali dari tambangku
air bersih yang mereka minum
bersumber dari keringatku

mana ada negeri sekaya negeriku?

majikan-majikan bangsaku
memiliki buruh-buruh mancanegara
brankas-brankas ternama di mana-mana
menyimpan harta-hartaku
negeriku menumbuhkan konglomerat
dan mengikis habis kaum melarat
rata-rata pemimpin negeriku
dan handai taulannya
terkaya di dunia

mana ada negeri semakmur negeriku

penganggur-penganggur diberi perumahan
gaji dan pensiun setiap bulan
rakyat-rakyat kecil menyumbang
negara tanpa imbalan
rampok-rampok dibri rekomendasi
dengan kop sakti instansi
maling-maling diberi konsesi
tikus dan kucing
dengan asyik berkolusi
IKUTI TERUS BLOG INI!!!