Senin, 23 Mei 2011

SELAMAT DATANG DI NEGERI BOKONG


selamat datang di negeri bokong!
negeri sejuta kubah bokong
negeri pengembang peradaban bongkong
penggoyang kemapanan bokong

negeri pengimport kloset terbesar di dunia
negeri yang tak pernah cukup
dengan kursi-kursi yang ada
karena di negeri bokong
bokong adalah prioritas utama
maka di negeri bokong
orang berkelahi berebut bokong
atau tempat-tempat bokong

selamat datang di negeri bokong!
negeri sejuta kubah bokong
negeri pengembang peradaban bongkong
penggoyang kemapanan bokong

negeri dengan falsafah hidup bokong
dimana bokong mesti dikedepankan
dan muka dibelakangkan
karena itu di negeri bokong
meski ktp dan pasport juga harus ada pasfotonya
tapi bukan kepala dan muka yang harus tampak
pasfoto di negeri bokong haruslah menampakkan bokong

di negeri bokong
bokong adalah lambang negeri
yang harus dihormati

di negeri bokong
semuanya boleh diabaikan
asal bokong dijunjung tinggi

di negeri bokong
bukan iq bukan eq juga bukan
sq yang menjadi ukuran
tapi aq, ass quotient

selamat datang di negeri bokong
negeri berbudaya bokong
yang dipimpin oleh bokong-bokong

negeri dimana bokong dipuja
di mesjid di pura dan di gereja
diwiridkan di tempat-tempat keramat
dan gedung mewah perwakilan rakyat

kalian bilang
bokong tempatnya di belakang
karena kalian
belum tahu nikmatnya bokong bergoyang

cobalah ikuti
bangsa bokong ini
dan para pemimpinnya
berdzikir dan bergoyang
dan rasakan!
bokong bokong bokong bokong bokong …

DI NEGERI INI CINTA DI GUSUR KEKUASAAN

mata hati, mata gelisah
mata luka sejarah
di negeri ini cinta digusur kekuasaan
air mata ditumpahkan
orang-orang lemah djatuhkan

manusia-manusia berdesakan dalam ruang yang gelap dan putus asa
orang-orang kalah dipecah-pecah
mereka dikerat-kerat, digilas khianat
mereka dirampok haknya, dicekik kemerdekaannya

jika negara adalah neraka
maka rakyat adalah gelora luka yang diperdagangkan
ribuan orang telah disampahkan pembangunan,
dibutakan jiwanya, dibisukan hatinya dan
ditulikan kesejahteraannya
keringat bercampur air mata kehilangan
kemiskinan meradang menerjang keseharian
gedung-gedung dibangun tapi pengangguran dihiraukan
anak-anak dididik jadi gelandangan
diantara gelepar kelaparan dan darah dingin keinginan
rakyat merajut nganga rasa pedih
mereka dicabik-cabik rasa sedih dibawah telapak
kaki pejabat dan hisap pengusaha
dibawah tapak sepatu-sepatu tentara
dibawah harapan-harapan yang dihancurkan
mereka dihancurkan

jika kerja adalah serigala
maka mereka adalah ribuan buruh bermadi peluh
meletakkan nyeri berkelindan diantara hak,
upah dan vagina yang dilecehkan majikan
mulut mereka dikunci, dibungkam baja di penjara-penjara janji
runtuhlah marsinah-marsinah diceruk kata kekuasaan
tanpa sempat bicara dengan keadilan

jika ladang adalah murka
maka mereka adalah petani-petani yang sakit hati
menyandarkan rasa resah di tembok-tembok para tuan tanah
menggarap pengap lahan pertanian dan gabah yang disampahkan
ribuan penduduk melata menyerbu kota, bermain dadu kematian
di lubang-lubang nista

jika lapak adalah perkara
maka mereka adalah para pedagang yang dibuang
mengais mimpi yang robek di tepi trotoar dan di pasar-pasar
ada banyak orang gusar dengan kaki yang dipatahkan,
dilumpuhkan dan direbut mata pencahariannya
atas nama keindahan!
atas nama ketertiban!

jika pendidikan adalah penjara
maka mereka adalah mahasiswa-mahasiswa
seperti batu-batu bernyawaa
dicetak jadi robot dan dikutuk sekedar bentuk
orang-orang miskin dihardik di pintu pendidikan
perempuan-perempuan direndahkan di teras sekolah,
kampus dan seminar-seminar ilmu pengetahuan

jika keluarga adalah siksa
maka mereka adalah isteri-isteri yang disakiti
diputar-putar dalam kerja paksa hanya dengan upah sejuta serapah
dikasari dalam tidur paksa yang dibungkus nafsu
diperkosa dosa dan diperkosa rasa tanpa punya hak
untuk berbahasa
diikat harkatnya
dibabat martabatnya
dianiaya cintanya
diremehkan kemampuannya
lalu dijahit mulutnya dengan slogan keadilan kurapan
atas nama ulama yang mengatasnamakan agama
atas nama tuhan dan kekuasaan

jika bangsa adalah angkara
mereka adalah anak-anak bangsa yang
dilecehkan kemakmurannya
jiwa mereka dicatat untuk ditangkap,
dibungkam dan dilebam malammata hati, mata gelisah
mata luka sejarah
di negeri ini cinta digusur kekuasaan
air mata ditumpahkan
orang-orang lemah dilumpuhkan…

SAJAK ATAS NAMA

Ada yang atasnama Tuhan melecehkan Tuhan
Ada yang atasnama negara merampok negara
Ada yang atasnama rakyat menindas rakyat
Ada yang atasnama kemanusiaan memangsa manusia

Ada yang atasnama keadilan meruntuhkan keadilan
Ada yang atasnama persatuan merusak persatuan
Ada yang atasnama perdamaian mengusik kedamaian
Ada yang atasnama kemerdekaan memasung kemerdekaan

Maka atasnama apa saja atau siapa saja
Kirimlah laknat kalian
Atau atasnamaKu perangilah mereka!
Dengan kasih sayang!

Minggu, 22 Mei 2011

JADI APA LAGI

jadi apa lagi
yang bisa kita lakukan
bila mata sengaja dipejamkan
telinga sengaja ditulikan
nurani mati rasa?


apalagi
yang bisa kita lakukan
bila kepentingan lepas dari kendali
hak lepas dari tanggung jawab
perilaku lepas dari rasa malu
pergaulan lepas dari persaudaraan
akal lepas dari budi?


apalagi
yang bisa kita lakukan
bila pernyataan lepas dari kenyataan
janji lepas dari bukti
hukum lepas dari keadilan
kebijakan kepas dari kebijaksanaan
kekuasaan lepas dari koreksi?


apalagi
yang bisa kita lakukan
bila kata kehilangan makna
kehidupan kehilangan sukma
manusia kehilangan kemanusiaannya
agama kehilangan Tuhan nya?


apalagi, saudara
yang bisa
kita lakukan?


Allah,
kalau saja itu semua
bukan kemurkaan dari Mu terhadap kami
kami tak peduli

RASANYA BARU KEMARIN

rasanya
baru kemarin bung karno dan bung hatta
atas nama kita menyiarkan dengan seksama
kemerdekaan kita di hadapan dunia


rasanya
gaung pekik merdeka kita
masih memantul-mantul
tidak hanya dari mulut-mulut jurkam partai saja


rasanya
baru kemarin
padahal sudah enam puluh tahun lebih lamanya


pelaku-pelaku sejarah yang nista dan yang mulia
sudah banyak yang tiada
penerus-penerusnya sudah banyak yang berkuasa
atau berusaha
tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
taruna-taruna sudah banyak yang jadi
petinggi negeri
mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
sudah banyak yang jadi menteri


rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad lamanya
negara sudah semakin kuat
rakyat sudah semakin terdaulat


pembangunan ekonomi kita sudah sedemikian laju
semakin jauh meninggalkan pembangunan akhlak
yang tak kunjung maju
anak-anak kita sudah semakin mekar tubuhnya
bapak-bapak kita sudah semakin besar perutnya


rasanya baru kemarin
padahal sudah enam puluh tahun lebih kita merdeka
kemajuan sudah menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya


daging sudah lebih tinggi harganya
dibanding ruh dan jiwa
tanda gambar sudah lebih besar pengaruhnya
dari bendera merah putih dan lambang garuda
pejuang marsinah sudah berkali-kali
kuburnya digali tanpa perkaranya terbongkar
preman-preman sejati sudah berkali-kali
diselidiki dan berkas-berkasnya selalu terbakar


rasanya
baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
pahlawan-pahlawan idola bangsa
seperti diponegoro
imam bonjol dan sisingamangaraja
sudah dikalahkan oleh ksatria baja hitam
dan kura-kura ninja


banyak orang pandai sudah semakin linglung
banyak orang bodoh sudah semakin bingung
banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
banyak orang miskin sudah semakin kecurangan


rasanya
baru kemarin


banyak ulama sudah semakin dekat kepada pejabat
banyak pejabat sudah semakin erat dengan konglomerat
banyak wakil rakyat sudah semakin jauh dari umat
banyak nurani dan akal budi sudah semakin sekarat


( hari ini ingin rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
SUDAHKAH KALIAN
BENAR-BENAR MERDEKA ? )


rasanya
baru kemarin


tokoh-tokoh angkatan 45 sudah banyak yang koma
tokoh-tokoh angkatan 66 sudah banyak yang terbenam


rasanya
baru kemarin


negeri zamrud katulistiwaku yang manis
sudah terbakar habis
dilalap krisis demi krisis
mereka yang kemarin menikmati pembangunan
sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri


rasanya baru kemarin
padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka


mahasiswa-mahasiswa penjaga nurani
sudah kembali mendobrak tirani
para oportunis pun mulai bertampilan
berebut menjadi pahlawan
politisi-politisi pensiunan
sudah bangkit kembali
partai-partai politik sudah bermunculan
dalam reinkarnasi


rasanya
baru kemarin


tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru


rasanya
baru kemarin


pak harto sudah tidak menjadi tuhan lagi
bayang-bayangnya sudah berani persi sendiri
mester habibie sudah memberanikan diri
menjadi presiden transisi
bung harmoko sudah tak lagi
mengikuti petunjuk dan mendominasi televisi
gus dur muali siap madeg pandita
ustadz amin rais sudah siap jadi sang nata
mbak mega sudah mulai agak lega
mas surjadi sudah mulai jaga-jaga


( hari ini rasanya
aku bertanya kepada mereka semua
BAGAIMANA RASANYA MERDEKA )


rasanya baru kemarin
padahal sudah enam puluh tahun lebih kita merdeka


para jendral dan pejabat sudah saling mengadili
para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali


mereka kemarin yang dijarah
sudah mulai pandai meniru menjarah
mereka yang perlu direformasi
sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
mereka yang kemarin dipaksa-paksa
sudah mulai berani mencoba memaksa
mereka yang kemarin dipojokkan
sudah mulai belajar memojokkan


rasanya baru kemarin
orangtuaku sudah lama pergi bertapa
anak-anakku sudah pergi berkelana
kakakku sudah menjadi politikus
aku sendiri sudah menjadi tikus


( hari ini
setelah enam puluh tahun lebih kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama )


rasanya baru kemarin
ternyata sudah enam puluh tahun lebih kita merdeka


( ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa :
MERDEKA !!! )

KINILAH SAATNYA BERTERUS TERANG

setelah sekian lama
kita dihimpit gelap kabut
ditindih rasa takut
setelah sekian lama
kita digoncang deru angin
setelah semua kata-kata
hanya menggumpal dalam dada
setelah semua merasa lara
kinilah saatnya berterus terang
jangan tutupi kebenaran
agar dunia tetap terang
jangan tutupi kesalahan
biar dada tetap lapang
kinilah saatnya berterus terang


jangan biarkan rasa takut
membuatmu menjadi munafik dan pengecut
cahaya kebenaran telah datang
kinilah saatnya berterus terang


marilah kita bicara laiknya saudara
jangan lagi kita biarkan
kepentingan merekayasa kita
menyumbat makna
tumpukan kata menyuburkan dendam
tumpukan keluhan meledakkan dada
dan akhirnya dendam membakar segalanya


kinilah saatnya berterus terang
setelah sekian lama
kita saling terkam bagai serigala
masihkah tersisa kemanusiaan kita ?
setelah sekian lama
kebencian antara kita membara
masihkan kita bersaudara ?

NEGERI KEKELUARGAAN

meski kalian tidak bersaksi
sejarah pasti akan mencatat dengan huruf-huruf besar
bukan karena inilah
negeri bagai zamrud yang amat indah
bukan karena inilah
negeri dengan kekayaan yang melimpah
dan rakyat paling ramah
tapi karena kalian telah membuatnya
menjadi negeri paling unik di dunia


kalian buat norma-norma sendiri yang unik
aturan-aturan sendiri yang unik
perilaku-perilaku sosial sendiri yang unik
budaya yang lain dari yang lain


kalian buat bangsa negeri ini
tampil beda dari bangsa-bangsa lain di muka bumi
kehidupan penuh makna kekeluargaan
yang harmonis, seragam dan serasi
dengan demokrasi keluarga
yang manis, rukun dan damai


dalam sistem negeri kekeluargaan
bapak sebagai kepala rumahtangga
memimpin dan mengatur segalanya
sampai akhir hayatnya
bagi kepentingan keluarganya
kepentingan keluarga adalah kepentingan semua
kepentingan keluarga adalah kepentingan bangsa dan negara
keluarga harus sejahtera
dan semua harus mensejahterakan keluarga


demi kesejahteraan dan kemakmuran keluarga
kepala keluarga nerhak menentukan
sispa-siapa termasuk keluarga
berhak memutuskan dan membatalkan keputusan
berhak mengatasnamakan siapa saja
berhak mengumumkan dan menyembunyikan apa saja


kepala keluarga demi keluarga
berhak atas laut dan dan udara
berhak atas air dan tanah
berhak atas sawah dan ladang
berhak atas hutan dan padang
berhak atas manuasia dan binatang


sejarah pasti akan menulis dengan huruf-huruf besar
bahwa di suatu kurun waktu yang lama
pernah ada negeri kekeluargaan
yang sukses membina dan mempertahankan
kemakmuran dan kebahagiaan keluarga

IKUTI TERUS BLOG INI!!!