Minggu, 22 Mei 2011

NEGERI TEKA TEKI

jangan tanya, tebak saja

jangan tanya apa
jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
tebak saja


jangan tanya apa yang terjadi
apalagi apa yang ada di balik kejadian
karena disini yang ada memang
hanya kotak-kotak teka-teki silang
dan daftar pertanyaan-pertanyaan


jangan tanya mengapa
yang disana dimanjakan
yang disini dihinakan,
tebak saja


jangan tanya siapa
membunuh buruh dan wartawan
siapa merenggut nyawa
yang dimuliakan Tuhan
jangan tanya mengapa,
tebak saja


jangan tanya mengapa
yang disini selalu dibenarkan
yang disana selalu disalahkan
tebak saja


jangan tanya siapa
membakar hutan dan emosi rakyat
siapa melindungi penjahat keparat
jangan tanya mengapa,
tebak saja


jangan tanya mengapa
setiap kali terjadi kekeliruan
pertanggungjawabannya tak karuan
tebak saja


jangan tanya siapa
beternak kambing hitam
untuk setiap kali dikorbankan
tebak saja


jangan tanya siapa
membungkam kebenaran
dan menyembunyikan fakta
siapa menyuburkan kemunafikan dan dusta
jangan tanya mengapa
tebak saja


jangan tanya siapa
jangan tanya mengapa
jangan tanya apa-apa
tebak saja

PENJAHAT BANGSA....!! KEMBALIKAN MAKNA PANCASILA

selama ini di depan kami
terus kalian singkat-singkat pancasila
karena kalian takut ketauan
sila-sila yang kalian maksud
sila-sila yang kalian anut
tidak sebagaimana yang kalian tatarkan
kepentingan-kepentingan sempit sesaat
telah terlalu jauh menyeret kalian

maka pancasila kalian pun selama ini adalah :

KESETANAN YANG MAHA PERKASA
KEBINATANGAN YANG DEGIL DAN BIADAB
PERSETERUAN INDONESIA
KEKUASAAN YANG DIPIMPIN OLEH MIKMAT KEPENTINGAN
DALAM KEKERABATAN / PERKAWANAN
KELALIMAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA

dan sorga kamipun menjadi neraka
di depan dunia
ibu pertiwi menangis memilukan
merahputihnya di cabik-cabik
anak-anaknya sendiri bagai serigala
menjarah dan memperkosanya

o, gusti kebiadaban apa ini ?
o, azab apa ini ?
gusti,
sampai memohon ampun kepada Mu pun
kami tak berani lagi

SELAMA INI DI NEGERIMU..

Selama ini di negerimu
manusia tak punya tempat
kecuali di pinggir-pinggir sejarah yang mampat


Inilah negeri paling aneh
Dimana keserakahan dimapankan
Kekuasaan dikerucutkan
Kemunafikan dibudayakan
Telinga-telinga disumbat harta dan martabat
Mulut-mulut dibungkam iming-iming dan ancaman


Orang-orang penting yang berpesta setiap hari
Membiarkan leher-leher mereka dijerat dasi
Agar hanya bisa mengangguk dengan tegas
Berpose dengan gagah
Di depan kamera otomatis yang gagu


Iinilah negeri paling aneh
Negeri adiluhung yang mengimpor
majikan asing dan sampah
Negeri berbudaya yang mengekspor abu-babu dan asap
Negeri yang sangat sukses
Menernakkan kambing hitam dan tikus-tikus
Negeri yang angkuh dengan utang-utang
yang tak terbayar
negeri teka-teki penuh misteri


Selama ini di negeri mu
kebenaran ditaklukkan
oleh rasa takut dan ambisi
keadilan ditundukkan
oleh kekuasaan dan kepentingan
nurani dilumpuhkan
oleh nafsu dan angkara


Selama ini di negeri mu
manusia hanya bisa
mengintip masalahnya dibicarakan
menghabiskan anggaran
oleh entah siapa
yang hanya berkepentingan
terhadap anggaran
dan dirinya sendiri


Selama ini di negeri mu
anginpun menjadi badai
matahari bersembunyi
bulan dan bintang tenggelam
burung-burung mati
bunga-bunga layu sebelum berkembang
dan tembang menjadi sumbang
puisi menjadi tak indah lagi


Yang tersisa tinggal doa
dalam rintihan
mereka yang tersia-sia
dan teraniaya
untunglah Allah Yang Maha Tahu
masih berkenan memberi waktu
kepadamu untuk memperbaiki negerimu
dari kampus-kampusmu yang terkucil
Ia mengirim burung-burung ababil
menghujani segala yang batil
dengan batu-batu membakar dari sijjil
dan pasukan bergajah abradah kerdil
bagai daun-daun dimakan ulat
beruntuhan menggigil


Di negeri mu
kini telah menyingsing fajar peradaban baru
jangan tunggu, ambil posisi mu
proklamasikan kembali
kemerdekaan negeri mu

ADA APA DENGAN KALIAN...

Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat

Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat

Berjihad di jalan kalian

Berjuang menegakkan syariat kalian

Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya

Seolah olah kalian belum tahu bedanya

Antara mengajak yang diperintahkanNya

Dan memaksa yang dilarangNya

Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana

Sambil menebarkan laknatan lil'aalamien kemana mana


Ada apa dengan kalian?

Mulut kalian berbuih akhirat

Kepala kalian tempat dunia yang kalian anggap nikmat


Ada apa dengan kalian?

Kalian bersemangat membangun masjid dan mushalla

Tapi malas memakmurkannya


Kalian bangga menjadi panitia zakat dan infak

Seolah olah kalian yang berzakat dan berinfak

Kalian berniat puasa di malam hari

Dan iman kalian ngeri

Melihat warung buka di siang hari

Kalian setiap tahun pergi umrah dan haji

Tapi kalian masih terus tega berlaku keji


Ada apa dengan kalian?

Demi menjaga tubuh dan perut kaum beriman dari virus keharaman

Kalian teliti dengan cermat semua barang dan makanan

Bumbu penyedap, mie, minyak, sabun, jajanan.

Rokok dan berbagai jenis minuman

Alkohol, minyak babi dan nikotin adalah najis dan setan

Yang mesti dibasmi dari kehidupan

Untuk itu kalian

Tidak hanya berkhotbah dan memasang iklan

Bahkan menyaingi pemerintah kalian

Menarik pajak produksi dan penjualan

Dan agar terkesan sacral

Kalian gunakan sebutan mulia, label halal


Tapi agaknya kalian melupakan setan yang lebih setan

Najis yang lebih menjijikkan

Virus yang lebih mematikan

Daripada virus alkohol, nikotin dan minyak babi

Bahkan lebih merajalela daripada epidemi

Bila karena merusak kesehatan, rokok kalian benci

Mengapa kalian diamkan korupsi yang merusak nurani

Bila karena memabokkan, alkohol kalian perangi

Mengapa kalian biarkan korupsi

Yang kadar memabokkannya jauh lebih tinggi?

Bila karena najis, babi kalian musuhi

Mengapa kalian abaikan korupsi

Yang lebih menjijikkan

Ketimbang kotoran seribu babi


Ada apa dengan kalian?

Kapan kalian berhenti membanguan kandang kandang babi

Di perut dan hati kalian dengan merusak kanan-kiri?

Sampai kalian mati dan dilaknati?

KAU INI BAGAIMANA atau AKU HARUS BAGAIMANA??

Kau ini bagaimana?
kau bilang aku merdeka, kau memilihkan untukku segalanya
kau suruh aku berpikir, aku berpikir kau tuduh aku kafir
aku harus bagaimana?

kau bilang bergeraklah, aku bergerak kau curigai
kau bilang jangan banyak tingkah, aku diam saja kau waspadai
kau ini bagaimana?

kau suruh aku memegang prinsip, aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
kau suruh aku toleran, aku toleran kau bilang aq plin plan
aku harus bagaimana?

aku kau suruh maju, aku mau maju kau selimbung kakiku
kau suruh aku bekerja, aku bekerja kau ganggu aku
kau ini bagaimana?

kau suruh aku takwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
kau suruh aku mengikutimu, langkahmu tak jelas arahnya
aku harus bagaimana?

aku kau suruh menghormati hukum, kebijaksanaanmu menyepelekannya
aku kau suruh berdisiplin, kau mencontohkan yang lain
kau ini bagaimana?

kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara tiap saat
kau bilang kau suka damai, kau ajak aku setiap hari bertikai
aku harus bagaimana?

aku kau suruh membangun, aku membangun kau merusakkannya
aku kau suruh menabung, aku menabung kau menghabiskannya
kau ini bagaimana?

kau suruh aku menggarap sawah, sawahku kau tanami rumah-rumah
kau bilang aku harus punya rumah, aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
aku harus bagaimana?

aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap wallahu a’lam bissawab
kau ini bagaimana?

kau suruh aku jujur, aku jujur kau tipu aku
kau suruh aku sabar, aku sabar kau injak tengkukku
aku harus bagaimana?

aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
kau bilang kau selalu memikirkanku, aku sapa saja kau merasa terganggu
kau ini bagaimana?

kau bilang bicaralah, aku bicara kau bilang aku ceriwis
kau bilang jangan banyak bicara, aku bungkam kau tuduh aku apatis
aku harus bagaimana?

kau bilang kritiklah, aku kritik kau marah
kau bilang carikan alternatifnya, aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja
kau ini bagaimana?

aku bilang terserah kau, kau tidak mau
aku bilang terserah kita, kau tak suka
aku bilang terserah aku, kau memakiku

kau ini bagaimana?
atau aku harus bagaimana?

Minggu, 15 Mei 2011

SURAT CINTA MBAK SUM

Mbak Sum, bermaksud memutuskan hubungan dengan kekasihnya bernama
Robbie, seorang bule dari Amerika, akan tetapi dia tak sanggup untuk bertemu
muka dengan kekasihnya itu. Mbak Sum pun menulis surat dengan berbekal
pengetahuan bahasa Inggris yang pas-pasan & kamus tebal.

Berikut isi suratnya :

Hi Robbie, together this letter I want to give know you
(hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)

I WANT TO CUT CONNECTION WE
(SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA)

I have think thing this very cook cook
(saya telah memikirkan hal ini sangat masak masak)

I know my love only clap half hand
(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)

Correctly, I have see you go with a woman entertainment at town with my
eyes head alone
(sebenarnya, saya telah melihat kamu pergi dengan seorang wanita penghibur
di kota dengan mata kepala saya sendiri)

You always ask sorry back back river
(kamu selalu minta maaf berulang ulang kali)

You eyes drop tears crocodile
(matamu mencucurkan airmata buaya)

You correct correct a man crocodile land
(kamu benar-benar seorang lelaki buaya darat)

Past, my friend speak you play fire
(dulu, teman saya bilang kamu bermain api)

Now I know you correct correct play fire
(sekarang saya tahu kamu benar benar bermain api)

So, I cut connection and pull body from love triangle this
(jadi, saya putuskan hubungan dan menarik diri dari cinta segitiga ini)

I know result I pick this very correct, because you love she very big from me
(saya tahu keputusan yang saya ambil ini benar, karena kamu mencintai dia
lebih besar dari saya)

But I still will not go far far from here
(namun saya tetap tidak akan pergi jauh-jauh dari sini)

I don’t want you play play with my liver
(saya tidak ingin kamu main-main dengan hati saya)

I have been crying night night until no more eye water thinking about
your body
(saya menangis bermalam-malam sampai tidak ada lagi airmata
memikirkan dirimu)

I don’t want to sick my liver for two river
(saya tidak mau sakit hati untuk kedua kalinya)

Safe walk, Robbie
(selamat jalan, Robbie)

Girl friend of your liver
(kekasih hatimu)

TTD
Sumiati Lion on the table
(Sumiati Singodimejo)

Note: this river I sorry you, next river I kill you !
(kali ini aku maafkan kamu, kali lain kubunuh kau !)

IKUTI TERUS BLOG INI!!!